Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the rocket domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /var/www/kolamberenang.com/htdocs/wp-includes/functions.php on line 6121
4 Desa di Jawa Tengah Bagikan THR untuk Warga dari Hasil Wisata, Nominal Hingga Rp 1 Juta

Empat Desa di Jawa Tengah Bagi-Bagi THR untuk Warga dari Hasil Wisata, Nominalnya Capai Rp 1 Juta per Keluarga

Telaga Madirda.

Kolamberenang.com, Jakarta – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, sejumlah desa di Provinsi Jawa Tengah menarik perhatian publik. Bukan tanpa alasan, empat desa ini membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya. Program ini bahkan membuat banyak orang iri karena dana yang dibagikan berasal dari keuntungan besar sektor wisata desa dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Tradisi pembagian THR oleh pemerintah desa ini menjadi bukti bahwa pengelolaan potensi wisata dan usaha desa dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Keuntungan yang diperoleh dari sektor tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan desa, tetapi juga dibagikan kepada warga sebagai bentuk kesejahteraan bersama menjelang Lebaran.

Berikut empat desa yang diketahui membagikan THR kepada warganya.

1. Desa Wunut, Klaten

Desa Wunut yang berada di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menjadi salah satu desa yang membagikan THR kepada seluruh penduduknya. Setiap warga menerima bantuan sebesar Rp250 ribu per orang.

Menariknya, bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak hingga bayi yang baru lahir. Total ada sekitar 3.241 warga yang menerima THR dengan anggaran mencapai sekitar Rp585 juta.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistyo Setiawan, menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari keuntungan BUMDes yang mengelola destinasi wisata Umbul Pelem Waterpark. Keuntungan dari objek wisata tersebut kemudian dibagikan kepada warga sebagai bentuk kebahagiaan bersama menjelang hari raya.

2. Desa Berjo, Karanganyar

Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, juga melakukan hal serupa. Pemerintah desa memberikan THR sebesar Rp500 ribu untuk setiap kepala keluarga.

Total dana yang digelontorkan untuk program ini mencapai sekitar Rp723 juta dan dibagikan kepada 1.446 kepala keluarga di desa tersebut. Dana tersebut berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata.

Desa Berjo dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata populer. Di antaranya Air Terjun Jumog yang menawarkan panorama alam sejuk di lereng Gunung Lawu, Candi Sukuh yang merupakan situs peninggalan Hindu abad ke-15 dengan arsitektur unik, serta Telaga Madirda yang menyuguhkan pemandangan alam hijau dan cocok untuk kegiatan rekreasi maupun camping.

Selain itu, wisata Tenggir Park juga menjadi daya tarik bagi pengunjung dengan taman bunga, berbagai spot foto menarik, serta wahana rekreasi luar ruangan yang cocok untuk keluarga.

3. Desa Sidowayah, Klaten

Desa Sidowayah di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, juga ikut membagikan THR kepada masyarakatnya. Pemerintah desa menyalurkan bantuan berupa uang tunai Rp150 ribu dan lima kilogram beras untuk setiap warga.

Program tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp550 juta yang berasal dari hasil pengelolaan sektor pariwisata desa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp375 juta dialokasikan dalam bentuk uang tunai dan sisanya berupa 12,5 ton beras.

Desa Sidowayah dikenal sebagai desa wisata yang memiliki berbagai daya tarik. Salah satu yang paling terkenal adalah Umbul Kemanten, pemandian alami dengan air jernih yang memiliki nilai sejarah lokal.

Selain itu terdapat Kampung Dolanan Sidowayah yang menghadirkan permainan tradisional Jawa sekaligus wahana edukasi untuk anak-anak dan keluarga. Destinasi lain seperti D’New Siblarak juga menawarkan berbagai aktivitas wisata seperti kolam renang, outbound, camping ground, hingga farm tubing.

Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, desa ini juga menyediakan fasilitas pendukung seperti area kuliner, kamar mandi, mushola, spot foto, hingga homestay bagi pengunjung yang ingin menginap.

4. Desa Sriwulan, Kendal

Desa Sriwulan di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal menjadi desa yang memberikan THR dengan nominal terbesar. Pemerintah desa membagikan bantuan sebesar Rp1 juta kepada setiap kepala keluarga.

Tercatat ada 255 kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut. Sementara itu, tujuh warga lainnya menerima Rp500 ribu karena belum tercatat sebagai kepala keluarga resmi di desa tersebut.

Direktur BUMDes Sriwulan, Mukh Aminatur Rohman, mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kinerja BUMDes yang mengelola enam unit usaha desa. Sepanjang tahun 2025, BUMDes Sriwulan mencatat pendapatan kotor sebesar Rp5,90 miliar dengan laba bersih mencapai Rp1,4 miliar.

Sebagian besar pendapatan tersebut berasal dari pengelolaan destinasi wisata Arenan Kalikesek yang menjadi salah satu sumber pemasukan utama desa.

Keberhasilan empat desa ini menunjukkan bahwa pengelolaan potensi wisata lokal yang baik mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya mendatangkan wisatawan, sektor pariwisata desa juga bisa menjadi sumber ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Tinggalkan komentar